Jakarta Kota Tua Art Festival
PesonaJakarta.com – KOTA, yang dikenal sebagai bagian dari sentra bisnis Jakarta Barat seperti Glodok dan Mangga Besar, dijuluki sebagai perkampungan China, karena hampir sebagian besar dari mereka tinggal di lingkungan ini. Terlepas dari kondisi perkampungan ini, KOTA pada jaman penjajahan Belanda, juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan dikenal dengan sebutan Jayakarta. Belanda yang menduduki Indonesia mendirikan beberapa bangunan kokoh, sangat etnik dan bernuansa atau dengan sentuhan arsitek Belanda pada masa itu, sehingga sampai saat ini pun masyarakat Indonesia masih bisa memanfaatkan dan menikmati keangungannya, contohnya adalah MUSEUM FATAHILLAH dan beberapa bangunan yang berada di sekitarnya. Untuk itu, dalam rangka mengenang kembali keindahan daerah ini, yang telah berhasil menarik kunjungan dari turis-turis mancanegara, FAT CU KUNG BIO dengan didukung oleh A&H Production, pada saat ini telah memiliki sebuah konsep untuk mempromosikan kembali KOTA sebagai salah satu obyek wisata yang menjanjikan.
Sumatera Barat Berduka – Kami akan mengadakan MALAM PEDULI SUMATRA BARAT, BAPAK IR. H.. M. DJOKO RAMADHAN (Walikota Jakarta Barat) beserta jajarannya akan hadir pada MALAM PEDULI SUMATRA BARAT yang akan kami adakan pada:
Kami menyediakan 1 stand khusus untuk menangani/menerima sumbangan baik berupa barang maupun uang, yang nantinya akan diserahkan kepada TVOne Satu Untuk Negeri. Acara ini didukung oleh Direktorat Kebudayaan (Departemen Pariwisata) dan WALIKOTA JAKARTA BARAT.
Kepada para entertainer yang ingin mengisi acara dan menyumbangkan kemampuannya dan perusahaan-perusahaan yang ingin berpartisipasi, silahkan menghubungi A&H Production : Annie Nugraha di 0811-108582, Heni 0815-9374204, Iman 0816-1944087.
Konsep itu sendiri adalah gabungan dari acara ritual kepercayaan China, yang kami beri nama SHE JIT festival yang sudah dilaksanakan pada 2 tahun belakangan, dengan sentuhan tradisional Indonesia, yang pada akhirnya akan memproyeksikan bahwa etnis China yang tinggal di lingkungan KOTA khususnya beserta kebudayaan yang melekat pada mereka, adalah merupakan salah satu elemen penting dalam kebangsaan Indonesia. Kami menamakan acara ini JAKARTA KOTA TUA ART FESTIVAL dengan merangkul para pengusaha/produser aneka kerajinan tangan juga aneka makanan khas Indonesia pada sebuah bazaar akbar di halaman depan museum/taman Fatahillah dan mengundang beberapa penampil seni budaya Indonesia untuk ikut serta berpartisipasi dalam sebuah karnaval atau kirab budaya. Kami akan mendirikan 100 unit stand dengan sentuhan seni Indonesia (20 unit stand untuk para sponsor dan 80 unit stand yang akan dipasarkan secara komersial).
Sementara karnaval atau kirab budaya itu sendiri, akan berlangsung sepanjang 8km dengan iring-iringan sepanjang 3km, dengan rute Jl. Kemenangan – Jl. Pintu Kecil – Jl. Kali Besar Barat – Jl. Kali Besar Timur 3 – Taman Fatahillah (berhenti sementara) – Jl. Lada – Glodok/Lindeteves – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Mangga Besar – Berputar di U turn sebelum rel kereta api listik – Jl. Gajah Mada – Rombongan FAT CU KUNG kembali ke Jl. Kemenangan – sementara rombongan KEBUDAYAAN Indonesia meneruskan perjalanan kembali ke Taman Fatahillah. Dengan didukung sepenuhnya oleh Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata) dengan surat rekomendasi No. 098/SB/Ditseni/VI/09 tertanggal 14 Juni 2009 (dokumen terlampir), kami yakin bahwa proyek perdana ini merupakan awal yang baik untuk menyelenggarakan acara yang bertemakan sama di tahun-tahun mendatang. Bukan hanya sebagai pelopor ataupun pencetus acara, kami juga memiliki keyakinan yang tinggi bahwa JAKARTA KOTA TUA ART FESTIVAL dapat meraih gengsi yang sama dengan KEMANG ART FESTIVAL atau BALI ART FESTIVAL yang sudah lebih dahulu diadakan di Indonesia.
KARNAVAL
Melengkapi ritual SHE JIT yang berpusat di Jl. Kemenangan dan sebagai rangkaian dari Jakarta KOTA TUA Art Festival, FAT CU KUNG BIO dan A&H Production mengadakan KIRAB BUDAYA/KARNAVAL pada:
Hari / Tanggal :
Waktu :
Minggu / 18 Oktober 2009
Pkl. 13:30 wib – 19:00 wib
Rute yang akan dilewati adalah :
Jl. Kemenangan – Jl. Pintu Kecil – Jl. Kali Besar Barat – Jl. Kali Besar Timur 3 – Taman Fatahillah (berhenti sementara) – Jl. Lada – Glodok/Lindeteves – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Mangga Besar – Berputar di U turn sebelum rel kereta api listik – Jl. Gajah Mada – Rombongan FAT CU KUNG kembali ke Jl. Kemenangan – sementara rombongan KEBUDAYAAN Indonesia meneruskan perjalanan kembali ke Taman Fatahillah.
KIRAB BUDAYA/KARNAVAL ini akan melibatkan 2 kelompok peserta yaitu ROMBONGAN FAT CU KUNG yang akan memulai karnaval dari Jl. Kemenangan setelah menyelesaikan ritual SHE JIT, dan ROMBONGAN KEBUDAYAAN INDONESIA yang akan menunggu dan menyambut ROMBONGAN FAT CU KUNG di museum Fatahillah.
Rombongan FAT CU KUNG terdiri dari:
- Pasukan pengibar bendera merah putih
- Marching Band
- Naga Doreng dari TNI
- 30 s/d 50 JOLI yang berisi Dewa/Kongcoo FAT CU KUNG dan beberapa dewa yang dibawa oleh beberapa vihara/klenteng/bio dari Thailand, Madura, Sumatra, Jawa dan Bali
- 10 s/d 15 Barongsai dan Liong
Rombongan KEBUDAYAAN INDONESIA terdiri dari:
- Marching Band
- Kendaraan hias sponsor utama/platinum
- Kendaraan hias sponsor gold dan silver
- Ondel-ondel
- Tanjidor
- Reog Ponorogo
- Kesenian Bali
- Komunitas Jakarta (Bike to Work, Sepeda Ontel)

Jakarta Kota Tua Art Festival




















wah, sepertinya acaranya seru neh, murah2 ga bazarnya nih?
Semoga bisa datang ksana
wah harus datang dong mas, ntar nyesel lho kalo ga datang, acaranya pasti seru abis. ditunggu ya
wah,boleh jg neh acaranya, banyak cewe2 cantik ga neh? lumayan buat jadi bahan hunting camera gw….temen2 fotografer pada datang ga?
klo ada waktu dateng ahhh…
Denger-denger cancel H-4, gara-gara masalah financial? Sayang banget, hari gini masih aja ada yang kurang perhitungan. Kan kasian panitia di lapangan yang sudah berbulan-bulan menyiapkan hajatan.
Ga kebayang kalo gw jadi panitia pelaksana, Udah keluar uang, tenaga terkuras, waktu yang dihabiskan… eh main di ‘cut’ gitu aja.
Semoga panitia pelaksana tetap tabah dan sabar menjalaninya..
ya mungkin salah perhitungan mas. emang sih sangat di sayangkan, tapi tidak keseluruhan acaranya yang batal kok, cuma konprensi pers dan bazaarnya saja, sisanya masih jalan terus
wah kasian juga nasib peserta bazaar yang sudah bayar ya ?
juga kalo ga salah peserta lomba mewarnai?
lalu malam pengumpulan dananya jadi ga?
talent2 pengisi acara?
vendor2 yang nyiapin produksi?
iiihhhh ga kebayang tuh yang jadi panitia yang ngumpulin kontak2nya.. didoakan deh biar ga stresss…